Otomotif Siana

Artikel Siana Update

Menu
  • Bisnis
  • Desain
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Tekno
  • Travel
Menu

Kategori: Travel

Mengenal Tempat Bersejarah di Indonesia Menelusuri Jejak Peradaban dan Warisan Budaya - Indonesia Travel

Mengenal Tempat Bersejarah di Indonesia Menelusuri Jejak Peradaban dan Warisan Budaya – Indonesia Travel

Posted on Oktober 1, 2024 by admin

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya dan sejarah, memiliki banyak situs dan tempat bersejarah di Indonesia yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa ini. Dari peninggalan zaman kerajaan kuno hingga era penjajahan, warisan sejarah ini tersebar di seluruh penjuru Nusantara, menawarkan pelajaran berharga tentang masa lalu dan identitas nasional. Mengunjungi situs bersejarah Indonesia tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendalam tentang kebesaran peradaban dan kekayaan budaya yang telah berkembang di negeri ini selama berabad-abad.

Berikut adalah beberapa tempat bersejarah di Indonesia yang paling ikonik dan layak untuk dikunjungi :

1. Candi Borobudur – Magelang, Jawa Tengah

Sebagai salah satu situs bersejarah Indonesia yang paling terkenal, Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Dibangun pada abad ke-8 di masa Kerajaan Syailendra, Borobudur memiliki arsitektur yang megah dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran Buddha serta kehidupan masyarakat pada masa itu. Candi ini terdiri dari 9 tingkat yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan.

Borobudur menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan keindahan arsitektur kuno sekaligus merasakan ketenangan spiritual. Setiap tahunnya, ribuan umat Buddha berkumpul di sini untuk merayakan Waisak, memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha.

2. Candi Prambanan – Sleman, Yogyakarta

Tak jauh dari Borobudur, terdapat Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Dibangun pada abad ke-9, Candi Prambanan menjadi salah satu tempat bersejarah di Indonesia yang paling penting, terutama dalam sejarah Hindu di Nusantara. Kompleks candi ini didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Siwa (penghancur), dengan Candi Siwa sebagai yang terbesar di kompleks tersebut.

Selain menjadi daya tarik wisata karena keindahan arsitekturnya, Prambanan juga sering menjadi latar belakang untuk pagelaran seni seperti sendratari Ramayana yang mengisahkan cerita epik Ramayana dengan latar candi yang megah.

3. Taman Sari – Yogyakarta

Taman Sari adalah bekas taman kerajaan Kesultanan Yogyakarta yang dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono I di abad ke-18. Taman ini dulu berfungsi sebagai tempat istirahat, tempat pemandian, sekaligus benteng pertahanan bagi keluarga kerajaan. Salah satu yang paling terkenal dari kompleks Taman Sari adalah pemandian Sultan, di mana kolam-kolam berisi air jernih digunakan untuk mandi oleh anggota keluarga kerajaan.

Selain arsitektur dan sejarahnya, Taman Sari menawarkan suasana yang tenang dan pemandangan yang indah, menjadikannya salah satu situs bersejarah Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.

4. Kota Tua – Jakarta

Sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan di masa kolonial Belanda, Kota Tua Jakarta adalah tempat bersejarah di Indonesia yang menawarkan gambaran tentang masa kolonial. Di sini, Anda bisa menemukan bangunan-bangunan tua dengan arsitektur Belanda yang masih berdiri kokoh, seperti Museum Fatahillah yang dulu berfungsi sebagai Balai Kota Batavia. Di dalam museum ini, Anda dapat menemukan koleksi artefak bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan Jakarta dan perjuangan melawan kolonialisme.

Selain Museum Fatahillah, Kota Tua juga memiliki beberapa museum lain, seperti Museum Wayang dan Museum Bank Indonesia, yang menampilkan warisan budaya serta sejarah keuangan di Indonesia.

5. Istana Maimun – Medan, Sumatera Utara

Istana Maimun adalah salah satu situs bersejarah Indonesia yang merupakan istana peninggalan Kesultanan Deli. Istana yang dibangun pada akhir abad ke-19 ini menggabungkan berbagai gaya arsitektur, termasuk Melayu, Islam, Spanyol, dan Italia. Sebagai simbol kekuasaan Sultan Deli, Istana Maimun memiliki bangunan utama yang indah dengan balairung besar yang dihiasi pernak-pernik kerajaan.

Pengunjung dapat menjelajahi bagian dalam istana yang kini difungsikan sebagai museum, di mana Anda dapat melihat berbagai artefak kerajaan, termasuk singgasana Sultan yang masih dipertahankan.

6. Fort Rotterdam – Makassar, Sulawesi Selatan

Fort Rotterdam adalah benteng yang dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke-16 dan kemudian diambil alih oleh Belanda setelah kekalahan kerajaan tersebut. Sebagai tempat bersejarah di Indonesia, Fort Rotterdam menjadi saksi penting dari masa-masa kolonialisme dan perjuangan rakyat Makassar melawan penjajah. Benteng ini kini menjadi museum yang menyimpan banyak koleksi sejarah, termasuk benda-benda yang berkaitan dengan sejarah Makassar dan perjuangan Sultan Hasanuddin.

Dengan arsitekturnya yang megah dan posisinya yang strategis di tepi pantai, Fort Rotterdam menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Makassar.

7. Lawang Sewu – Semarang, Jawa Tengah

Lawang Sewu, yang berarti “Seribu Pintu”, adalah bangunan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada awal abad ke-20. Bangunan ini awalnya digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda, namun sekarang menjadi salah satu situs bersejarah Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan. Lawang Sewu memiliki arsitektur khas Eropa dengan banyak pintu dan jendela besar, serta lorong-lorong panjang yang menjadikannya tampak megah.

Meskipun memiliki kesan angker, Lawang Sewu menyimpan banyak cerita tentang perjuangan rakyat Indonesia selama masa penjajahan, terutama pertempuran di Semarang saat revolusi kemerdekaan.

8. Benteng Vredeburg – Yogyakarta

Benteng Vredeburg adalah benteng peninggalan kolonial Belanda yang terletak di tengah kota Yogyakarta. Dibangun pada abad ke-18, benteng ini awalnya digunakan sebagai pusat pertahanan Belanda untuk mengawasi gerakan Kesultanan Yogyakarta. Saat ini, Benteng Vredeburg telah dijadikan museum yang menyimpan banyak diorama dan artefak sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

Dengan mengunjungi situs bersejarah Indonesia ini, pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta dan peran kota ini dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kesimpulan

Indonesia memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, dan mengunjungi tempat bersejarah di Indonesia adalah salah satu cara terbaik untuk memahami bagaimana perjalanan bangsa ini terbentuk. Dari candi-candi megah yang menggambarkan kejayaan peradaban kuno hingga bangunan kolonial yang mencerminkan masa-masa perjuangan melawan penjajah, setiap situs bersejarah Indonesia menyimpan kisah yang penting untuk dipelajari dan diapresiasi. Pastikan untuk menambahkan beberapa destinasi ini dalam daftar perjalanan Anda untuk merasakan langsung warisan sejarah dan budaya Indonesia yang begitu kaya.

Cari Tahu Paket Liburan Terbaik di Bali Finder

Cari Tahu Paket Liburan Terbaik di Bali Finder

Posted on Februari 15, 2024 by admin

Sudah pernahkah kamu merencanakan liburan impianmu ke Pulau Dewata, Bali? Jika iya, pasti sudah tahu dong betapa membingungkannya mencari informasi terpercaya tentang destinasi dan paket wisata di Bali. Nah, kali ini aku mau bahas tentang Bali Finder: Your Partner In Bali, sebuah platform yang siap menjadi teman perjalananmu di Bali. Jadi, simak terus yah!

Apa itu Bali Finder?

Bali Finder adalah sebuah situs web yang menyediakan berbagai informasi tentang destinasi, aktivitas, serta paket wisata di Bali. Mulai dari pantai-pantai eksotis, tempat makan enak, hingga tempat-tempat wisata tersembunyi, semuanya bisa kamu temukan di sini. Bali Finder bukan hanya sekadar panduan wisata biasa, tapi lebih dari itu, mereka siap memberikan pengalaman liburan terbaik bagi para pengunjung.

Kenapa Harus Bali Finder?

Pertanyaan yang mungkin muncul di benakmu adalah, “Kenapa harus memilih Bali Finder daripada situs web lainnya?” Nah, jawabannya sederhana. Bali Finder tidak hanya menyediakan informasi lengkap tentang Bali, tapi mereka juga menawarkan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaranmu. Mulai dari paket liburan romantis untuk pasangan, petualangan seru untuk keluarga, hingga paket liburan solo untuk para backpacker, semuanya tersedia di sini.

Keunggulan Bali Finder

Satu hal yang membuat Bali Finder unggul adalah kerjasama mereka dengan penyedia layanan lokal terpercaya di Bali. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pengalaman liburan yang autentik dan memuaskan. Selain itu, Bali Finder juga menawarkan layanan konsultasi langsung dengan tim ahli mereka, yang siap membantu merencanakan dan mengatur semua detail perjalananmu. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot lagi mencari-cari informasi sendiri.

Paket Wisata Bali Finder

Salah satu hal yang paling menarik dari Bali Finder adalah berbagai Bali tour packages yang mereka tawarkan. Mulai dari paket tur harian, paket liburan all-inclusive, hingga paket liburan khusus seperti yoga retreat atau surfing camp, semuanya bisa kamu temukan di sini. Yang lebih menariknya lagi, Bali Finder juga menyediakan paket wisata custom yang bisa disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhanmu.

Pengalaman Pengguna

Saat mencari informasi tentang suatu layanan atau produk, pastinya kita ingin tahu apa kata orang-orang yang sudah menggunakannya, bukan? Nah, bagi Bali Finder, pengalaman pengguna adalah prioritas utama. Banyak testimoni dari para pelanggan yang menyatakan kepuasannya atas layanan yang mereka terima dari Bali Finder. Mulai dari pelayanan yang ramah, paket wisata yang sesuai ekspektasi, hingga harga yang terjangkau, semuanya mendapat pujian dari para pengguna.

Kesimpulan

Jadi, apakah Bali Finder layak menjadi teman perjalananmu di Bali? Jawabannya adalah ya! Dengan informasi lengkap, paket wisata yang beragam, dan layanan konsultasi yang memuaskan, Bali Finder siap memberikan pengalaman liburan terbaik bagi para pengunjung.

Kota Sanya di Cina Lockdown, Lebih dari 80.000 Turis Terjebak

Posted on Agustus 10, 2022 by admin

Lebih dari 80.000 turis terjebak di Sanya, sebuah kota resor pesisir di Provinsi Hainan, Cina, akibat penguncian wilayah (lockdown) setelah komisi kesehatan setempat mengkonfirmasi 801 kasus COVID-19.

Sanya yang juga dikenal sebagai “Hawaii Cina” telah mendaftarkan 801 kasus COVID-19 dari 1 hingga 7 Agustus.

Komisi kesehatan Provinsi Hainan mengatakan sebagaimana dilaporkan Xinhua, Senin, waktu setempat, 409 infeksi di antaranya tanpa gejala.

Satuan tugas dibentuk untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh lebih dari 80.000 turis yang terdampar di kota itu, seperti pengembalian uang perjalanan.

Kota juga telah memerintahkan hotel untuk menawarkan diskon 50 persen untuk tamu yang terjebak.

Petugas medis bekerja sepanjang waktu di lokasi pengujian asam nukleat di seluruh kota.

Wei Dixia, kepala perawat di Rumah Sakit Rakyat Sanya, mengatakan tempat tes COVID-19 di rumah sakitnya buka 24 jam sehari dan mengambil sampel sekitar 4.000 orang per hari.

Proses penyaringan menjadi lebih efisien, dengan hasil sekarang dikeluarkan enam hingga delapan jam setelah tes, kata Wei.

Sebanyak 33 hotel dengan lebih dari 6.900 kamar telah ditetapkan sebagai tempat isolasi untuk kontak dekat dan sub-dekat kasus COVID-19, menurut Ji Duanrong, sekretaris jenderal Pemerintah Kota Sanya.

Pada Sabtu, Sanya menetapkan 168 area berisiko tinggi untuk COVID-19 dan 67 sebagai berisiko sedang.

Kota ini juga telah membentuk satuan tugas untuk memastikan pasokan makanan dan kebutuhan bagi penduduk yang tinggal di bawah manajemen tertutup, kata Ji.

ANTARA

Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

Posted on Agustus 7, 2022 by admin

Jakarta -Padang tak hanya dikenal dengan kenikmatan makanannya, tapi destinasi wisata Kota Padang juga dikenal indah yang memanjakan mata.

Siapa yang tak tahu dengan kemasyhuran masakan Padang yang menggugah selera.

Bahan yang dimasak dengan paduan berbagai rempah menghasilkan cita rasa yang membuat tiap orang pasti akan ketagihan.

Dilansir dari Antara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, mencatat sebanyak 1.314.756 orang telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata di kota setempat sepanjang libur Idul Fitri 1443 Hijriah.

Kunjungan tersebut tersebar di seluruh objek wisata yang ada di kota berpenduduk sekitar 900.000 jiwa tersebut.

Berikut daftar destinasi wisata Kota Padang yang dirangkum dari berbagai sumber 1.

Pantai air manis Tak sah rasanya ke Padang bila tak mengunjungi pantai ini.

Pantai ini merupakan objek wisata ikonik Padang karena di sinilah batu Malin Kundang yang hikayatnya amat dikenal.

Malin Kundang yang diyakini dikutuk menjadi batu karena durhaka pada sang ibu.

Selain bentuk batu Malin yang dalam posisi bersujud, ada pula bebatuan yang mirip dengan tali tambang serta pecahan badan kapal.

Batu-batu ini dipercaya merupakan kapal Malin Kundang yang ikut hancur saat dihempas ombak dan badai.

2.

Pantai Caroline Pantai Caroline atau disebut juga Pantai Bungus dikenal sebaai pantai dengan hamparan pasir putih yang bersih dan halus.

Nama Bungus diambil karena lokasi pantai yang berada di Bungus Selatan, sekitar 20 kilo meter dari pusat kota Padang.

Pantai ini juga memiliki pepohonan rindang yang membuat suasana nampak teduh dan segar.

3.

Pulau Pasumpahan Pulau Pasumpahan di Padang digadang-gadangkan sebagai Maldives dari Sumatera Barat.

Bukan tanpa sebab, pulau ini memiliki keindahan pasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga.

Dilansir dari sumbarprov.go.id, selain terumbu karang terdapat pula berbagai jenis ikan yang menarik perhatian wisatawan.

Tak heran bila daerah ini menjadi incaran investor lokal maupun asing.

Tempat wisata ikonik selanjutnya di Kota Padang adalah Jembatan Siti Nurbaya…

Harga Tiket Pulau Komodo Hingga Jutaan Rupiah, Berikut Destinasi Lain Sekitar Labuan Bajo

Posted on Agustus 7, 2022 by admin

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Nunung Rusmiati, menjelaskan bahwa dampak kenaikan tiket masuk Pulau Komodo memberikan bagi para wisatawan dan pelaku industri pariwisata daerah sekitar.

Menurut informasi yang beredar, terdapat kurang lebih 5.000 wisatawan membatalkan liburannya di Pulau Komodo.

P ara wisatawan pun memilih destinasi alternatif lain di daerah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang masih terjangkau.

“Angka tersebut cukup besar, dampaknya pun juga besar,” ujar Nunung.

Nunung menyatakan bahwa dampak kenaikan tiket masuk Pulau Komodo akan memberikan pengaruh yang besar terhadap destinasi Labuan Bajo ke depannya.

Selain itu, kenaikan juga memberikan kesulitan bagi para pengusaha anggota Asita yang sudah kadung menetapkan harga untuk paket liburan ke Taman Nasional Komodo sejak jauh hari, seperti yang dikutip dalam Tempo.co.

Namun, bagi para wisatawan yang ingin tetap menikmati keindahan alam kawasan Labuan Bajo, terdapat beberapa destinasi wisata alternatif lainnya yang masih terjangkau.

Berikut daftarnya.

1.

Bukit Cinta Labuan Bajo Bukit Cinta Labuan Bajo berada di dataran Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores Barat.

Lokasinya berada sekitar 10 menit ke arah utara dari pusat Kota Labuan Bajo atau Bandar Udara Internasional Komodo.

Harga akomodasi Bukit Cinta ini juga relatif lebih terjangkau, misalnya penginapan di sana yang membuka harga mulai dari Rp150.000,00 per malam.

Bukit Cinta memiliki pemandangan yang sangat menawan dan romantis sehingga dinamakan demikian.

Bukit yang bentuknya setengah lingkaran ini memang langsung berbatasan dengan laut.

Biasanya, para wisatawan mengunjungi Bukit Cinta ketika senja karena pemandangan yang ditawarkan sangat indah.

2.

Pink Beach Pantai ini memang memiliki pasir yang berwarna pink karena terdapat hewan Foraminifera yang bisa memberikan warna merah pada koralnya.

Perpaduan koral merah dan pasir putih inilah yang membuat pantai ini berwarna pink.

Harga tiket masuk destinasi wisata kawasan Labuan Bajo yang satu ini relatif murah.

Para wisatawan asing hanya perlu menyiapkan uang sejumlah Rp50.000,00 sedangkan wisatawan lokal hanya memerlukan Rp10.000,00 untuk bisa menikmati indahnya pantai ini.

3.

Waerebo Melansir situs kemenparekraf.go.id, Waerebo adalah sebuah desa adat terpencil dan misterius di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Desa ini hanya memiliki 7 rumah utama atau Mbaru Niang.

Desa Waerebo menawarkan wisata budaya dan alam yang sangat asri dan unik.

Letaknya yang cukup terpencil dan berada di atas ketinggian, semakin menambah kesan keasriannya sehingga para wisatawan yang datang merasakan bagaikan tinggal di negeri atas awan.

Untuk para wisatawan yang tertarik mengunjunginya, tidak perlu menyiapkan biaya tiket masuk, tetapi siapkan uang ratusan rupiah untuk biaya akomodasi dan penginapan di sana.

4.

Goa Batu Cermin Goa ini memiliki pesona yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Saat memasuki goa ini, sinar matahari akan masuk melalui celah-celah dan terpantul pada dinding gua.

Inilah yang membuatnya seperti cermin dan memberikan keindahan yang membuat para wisatawan tersihir.

Tidak perlu menyiapkan biaya yang banyak, para wisatawan hanya perlu menyiapkan Rp 20 ribu saja untuk biaya tiket dan dapat langsung menikmati keindahannya.

5.

Sawah Lingko Sawah yang akan berada di daerah Labuan Bajo ini akan berbeda dengan yang lainnya.

Persawahan ini memiliki tata ruang juga komposisi yang sangat unik.

Akibatnya, sawah ini terlihat seperti jaring laba laba dan melingkar hijau yang dapat menyejukkan mata.

Suasana pedesaan yang asri juga sangat terasa di tempat ini.

Para wisatawan hanya memerlukan biaya sebesar Rp 20 ribu untuk menikmat keindahan Sawah Lingko di Labuan Bajo.

RACHEL FARAHDIBA R

Kampung Purbayan Masuk 100 Besar Calon Desa Wisata Terbaik, Yogyakarta Merebranding Daerah Bersejarah Itu

Posted on Agustus 7, 2022 by admin

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta melakukan rebranding atau memperbarui brand salah satu ikon wisata andalannya, Kampung Purbayan Kotagede, Jumat petang, 5 Agustus 2022.

Branding tersebut dalam bentuk peluncurkan logo baru serta strategi pemasaran baru kampung wisata itu yang tahun ini masuk 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) usai bersaing dengan 3.419 desa/kampung wisata lain Indonesia.

“Rebranding logo ini merangkum berbagai macam budaya yang ada di Purbayan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko.

Rebranding Purbayan ini, ujar Wahyu, untuk memperkuat identitas kampung wisata yang di abad 15 silam, merupakan lokasi Alas Mentaok, pusat berdirinya Kerajaan Mataram Islam Kotagede.

Kampung wisata Purbayan Kotagede selama ini dikenal sebagai pusat kebudayaan Mataram Islam.

Hal ini dibuktikan dengan kekayaan budaya, kerajinan, dan kuliner yang ada di Purbayan.

“Mulai dari Alun-alun Kotagede, kerajinan Perak, dan roti kembang waru.

Selain itu, kampung wisata Purbayan juga dikenal sebagai pusat produksi Iqro 6 jilid,” kata Wahyu.

“Jadi penguatan kesejarahan dalam logo dan strategi pemasaran baru ini, untuk mendongkrak keunikan dan ciri khas Purbayan agar bisa lebih berkompetisi dalam pasar wisata lebih luas,” Wahyu menambahkan.

Dinas Pariwisata Kota Yogya mencatata Kampung Purbayan secara kewilayahan berada di Kelurahan Purbayan Kecamatan Kotagede dan berada di Kawasan Cagar Budaya Kotagede yang sebagian wilayahnya menjadi bagian wilayah Kabupaten Bantul.

Nama Purbayan konon berasal dari nama seorang pangeran yang bernama Pangeran Purboyo, putra pendiri Kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senopati.

Kampung wisata Purbayan banyak memiliki situs klaster yang tersebar di kawasan Kotagede antara lain nDalem Kedaton (bekas kraton atau istana raja Mataram mulai Panembahan Senopati, Sultan Hanyokrowati, dan Sultan Agung).

Lalu Alun-Alun yang dahulu adalah Kraton Mataram dan sekarang menjadi kampung alun-alun.

Selain itu ada Cokroyudan, yang dulunya tempat bermukim pangeran dari Kraton Mataram yang bernama Pangeran Cokroyuda.

Di Kampung Purbayan ada pula situs Mbumen yang dulunya bernama Mangkubumen tempat bermukimnya Pangeran Mangkubumen.

Juga situs Kemasan yang dulunya tempat bermukim para pandai emas serta Mboharen yang dulunya tempat bermukim ulama yang bernama Kyai Bhukhori.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta pun mencatat Purbayan tumbuh dan memiliki sejumlah paket wisata sejarah yang diminati wisatawan mancanagara.

Seperti menyusuri lorong lorong pemukiman penduduk serta mengunjungi berbagai situs peninggalan Kerajaan Mataram kuno.

Seperti situs Bokong Semar, Batu Gilang dan Batu Gatheng atau Cantheng, jebolan tembok Raden Ronggo, Komplek Makam Raja Panembahan Senopati yang di dalamnya juga terdapat Sendang Selirang.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sumadi mengatakan rebranding Kampung Purbayan dapat makin mengangkat berbagai potensi ciri khas daya tarik wisata kampung itu khususnya setelah kampung-kampung wisata Yogya meredup akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan dua tahun lebih ini.

“Saat ini terdapat 18 kampung wisata yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Kota Yogyakarta, ini perlu dikemas dan dibangkitkan lagi,” kata Sumadi yang berharap branding kampung wisata itu segera meningkatkan kunjungan wisatawan.

PRIBADI WICAKSONO

Lebih Menggoda dari Rute Lunamaya, Pecinta Sepeda Gravel Se-Indonesia Jelajahi Jalur Baru Yogya

Posted on Agustus 7, 2022 by admin

Tak kurang dari 250 pecinta sepeda gravel atau bersepeda di jalur alternatif tidak beraspal dengan road bike se Indonesia menjelajahi jalur menantang baru di utara Yogyakarta, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Para pesepeda itu blusukan dengan rute tempuh 110 kilometer menyusuri Yogyakarta bagian utara atau Kabupaten Sleman yang diklaim lebih menantang dari jalur Lunamaya dalam ajang bertajuk Avelio Dolan Kebon.

Jalur Lunamaya sendiri sebutan untuk rute andalan para pesepeda yang berlokasi di daerah Kecamatan, Nanggulan, Kulon Progo, yang menawarkan nuansa desa asri, menyusuri pinggiran sungai dan areal persawahan.

“Jalur yang kami buat untuk para peserta gravel ini baru pernah dilewati tiga orang pesepeda, dari kawasan sekitar lereng Merapi sampai Sungai Progo, lebih menarik dari jalur Lunamaya,” kata Septyadi Pityanta, penyelenggara Avelio Dolan Kebon Kamis sore 4 Agustus 2022.

Septyadi mengatakan rute baru ini 70 persen jalur unpaved atau tak beraspal dan 30 persen road atau jalan biasa yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta yang berasal dari berbagai pulau Indonesia.

Menariknya, pada event ini peserta bersepeda tanpa Road Captain (RC) atau pemandu namun dengan jalur yang sudah ditentukan.

Tak hanya itu, peserta diberi waktu sembilan jam untuk sampai ke finish yang lokasinya juga berada di Youth Center, Sleman.

Dari ajang ini peserta benar benar diajak untuk bermain di alam, memacu sepeda gravelnya melintasi tanah, lumpur, jalan yang tidak beraspal.

“Tidak mengejar siapa yang paling cepat tiba di finish, tapi keseruan melintasi 100 kilometer rute dengan landscape yang sangat menarik,” kata Septyadi yang mengatakan ajang ini dimulai dari pukul 05.00 WIB.

Salah satu rute yang paling menantang pada ajang ini berada di kilometer 28 dan 60.

Area ini berara di lereng Gunung Merapi, Sungai Gendol yang menantang dan ekstrem.

“Yang pasti, banyak spot menarik dilalui peserta seperti kawasan lereng Merapi, bekas tambang pasir di Cangkringan sampai pada lokasi budidaya tanaman Mendong di kawasan Sungai Progo tepatnya di Lendah Kulonprogo,” katanya.

Penyenggara pun menyiapkan tim kesehatan serta sudah berkoordinasi dengan titik-titik fasilitas layanan kesehatan untuk memudahkan akses.

Khususnya di rute yang termasuk rawan.

Septyadi mengatakan pihaknya tak mau event ini hanya jadi ajang mengeksplorasi jalur sepeda gravel Yogyakarta yang menggoda.

Tapijuga memberi dampak perekonomian warga lokal di rute yang dilewati.

“Di beberapa titik pemberhentian kami melibatkan masyarakat lokal untuk sajian kuliner dan cinderamata,” kata Septyadi yang dalam event itu melibatkan perbankan pemerintah DIY, Bank BPD DIY untuk mengerahkan UMKM binaannya.

Adapun Pemimpin Divisi Trisuri Bank BPD DIY, Didit Respati Setiadi, menyatakan dari event yang melibatkan peserta dari berbagai daerah Indonesia itu akan memberikan dampak multiplayer effect.

“Peserta ini menginap lebih lama berlibur dan membelanjakan uangnya di Yogya,” kata dia.

Terlebih, karena konsepnya wisata, peserta datang dengan membawa keluarganya.

“Untuk event ini kami libatkan UMKM dan peserta bisa menggunakan metode pembayaran nontunai (QRIS) selama berada di Yogya,” kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

Lebih Menggoda dari Rute Lunamaya, Pecinta Sepeda Gravel Se-Indonesia Jelajahi Jalur Baru Yogya

Posted on Agustus 7, 2022 by admin

Tak kurang dari 250 pecinta sepeda gravel atau bersepeda di jalur alternatif tidak beraspal dengan road bike se Indonesia menjelajahi jalur menantang baru di utara Yogyakarta, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Para pesepeda itu blusukan dengan rute tempuh 110 kilometer menyusuri Yogyakarta bagian utara atau Kabupaten Sleman yang diklaim lebih menantang dari jalur Lunamaya dalam ajang bertajuk Avelio Dolan Kebon.

Jalur Lunamaya sendiri sebutan untuk rute andalan para pesepeda yang berlokasi di daerah Kecamatan, Nanggulan, Kulon Progo, yang menawarkan nuansa desa asri, menyusuri pinggiran sungai dan areal persawahan.

“Jalur yang kami buat untuk para peserta gravel ini baru pernah dilewati tiga orang pesepeda, dari kawasan sekitar lereng Merapi sampai Sungai Progo, lebih menarik dari jalur Lunamaya,” kata Septyadi Pityanta, penyelenggara Avelio Dolan Kebon Kamis sore 4 Agustus 2022.

Septyadi mengatakan rute baru ini 70 persen jalur unpaved atau tak beraspal dan 30 persen road atau jalan biasa yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta yang berasal dari berbagai pulau Indonesia.

Menariknya, pada event ini peserta bersepeda tanpa Road Captain (RC) atau pemandu namun dengan jalur yang sudah ditentukan.

Tak hanya itu, peserta diberi waktu sembilan jam untuk sampai ke finish yang lokasinya juga berada di Youth Center, Sleman.

Dari ajang ini peserta benar benar diajak untuk bermain di alam, memacu sepeda gravelnya melintasi tanah, lumpur, jalan yang tidak beraspal.

“Tidak mengejar siapa yang paling cepat tiba di finish, tapi keseruan melintasi 100 kilometer rute dengan landscape yang sangat menarik,” kata Septyadi yang mengatakan ajang ini dimulai dari pukul 05.00 WIB.

Salah satu rute yang paling menantang pada ajang ini berada di kilometer 28 dan 60.

Area ini berara di lereng Gunung Merapi, Sungai Gendol yang menantang dan ekstrem.

“Yang pasti, banyak spot menarik dilalui peserta seperti kawasan lereng Merapi, bekas tambang pasir di Cangkringan sampai pada lokasi budidaya tanaman Mendong di kawasan Sungai Progo tepatnya di Lendah Kulonprogo,” katanya.

Penyenggara pun menyiapkan tim kesehatan serta sudah berkoordinasi dengan titik-titik fasilitas layanan kesehatan untuk memudahkan akses.

Khususnya di rute yang termasuk rawan.

Septyadi mengatakan pihaknya tak mau event ini hanya jadi ajang mengeksplorasi jalur sepeda gravel Yogyakarta yang menggoda.

Tapijuga memberi dampak perekonomian warga lokal di rute yang dilewati.

“Di beberapa titik pemberhentian kami melibatkan masyarakat lokal untuk sajian kuliner dan cinderamata,” kata Septyadi yang dalam event itu melibatkan perbankan pemerintah DIY, Bank BPD DIY untuk mengerahkan UMKM binaannya.

Adapun Pemimpin Divisi Trisuri Bank BPD DIY, Didit Respati Setiadi, menyatakan dari event yang melibatkan peserta dari berbagai daerah Indonesia itu akan memberikan dampak multiplayer effect.

“Peserta ini menginap lebih lama berlibur dan membelanjakan uangnya di Yogya,” kata dia.

Terlebih, karena konsepnya wisata, peserta datang dengan membawa keluarganya.

“Untuk event ini kami libatkan UMKM dan peserta bisa menggunakan metode pembayaran nontunai (QRIS) selama berada di Yogya,” kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

Pos-pos Terbaru

  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Motor Kredit Dicuri Orang?
  • Dealer Mobil Samarinda Terpercaya? Kenali Astra Daihatsu Samarinda untuk Beli Mobil Baru dan Servis
  • Gaspol! Beli Diamond MLBB Cepat dan Aman Buat Skin Favorit di VocaGame
  • Daihatsu Sigra Stories: 3 Potret Keluarga, Satu Pilihan Tepat
  • Audio Premium Mazda CX-30: Pengalaman Mendengar yang Lebih Personal di Dalam Kabin

Kategori

  • Bisnis
  • Bobocabin
  • Desain
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Rak
  • Seleb
  • Tekno
  • Travel
  • Uncategorized

Laman

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Arsip

  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • Oktober 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022

Blog Informatif

Uji Data otomotif Masal Mobo Inspirasi Signifikanku Ajak Liburan Makna Bersama Siteladan Bahasa Embun Banua Wisata Cangkir Kopi Zona Nyaman Ambisiku Lawak Abis Mata Radar Wisata Tips Titik Cuan Milenial Dapur Artikel Lingkar Air Rempah Catatan Wisata Media Otak Opini Dapur Karya
© 2026 Otomotif Siana | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme